Minggu, 01 April 2018

Cinta Sedarah





Ini tentang cinta sedarah, dimana dulu hampir tidak ada damai yang menyelimuti. Bukan karena kita saling membenci namun karena dua bersaudara ini tidak saling memahami satu sama lain. Namun entah kapan semua drama cinta yang penuh kasih sayang ini di mulai. Setiap perkelahian, umpatan kata kotor, cacian serta makian yang menjadi makanan sehari-hari kala itu berubah menjadi kehangatan yang selalu dirindukan, kami mulai bertukar fikiran bahkan bertukar baju. Tidak kini aku menyadari bahwa dulu kita bukan saling tidak memahami namun hanya saja kita tidak cukup dewasa untuk saling mengerti, kita tidak cukup stabil dalam mengendalikan emosi dan kita tidak cukup tau bahwa kebersamaan indah adanya. Seandainya kita tau bahwa kebersamaan itu seindah pelangi, semanis madu, dan selembut sutra takkan pernah kami tumpahkan luka diantara kita. Dengar kawan bahwa seseorang yang paling tulus menyayangi kita adalah mereka yang sedarah.
Satu pesanku tak perlu sesali apa yang telah lalu jadikan hal itu lukisan terindah dalam sejarah hidupmu karena tanpa lika-liku kehidupan semuanya akan terasa hambar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar