Kamis, 06 September 2018

Bertepuk Sebelah Tangan





Cinta...

Ingin kulontarkan kata cinta

Pada cintaku yang sangat ku cinta

Tapi kutakut cintaku tak juga cinta

Rindu...

Ingin kupeluk rindu yang kurindukan

Tapi rindu jauh disana

Sehingga rinduku tak terbalas oleh rindu

Sakit...

Tak kuasa hati menahan sakit

Sakit ini bukan sembarang sakit

Kata sang pencinta sakit hati namanya

Karena cinta dan ridunya

tak menyalami cinta dan rinduku

PELENGKAP JIWA



Bak mawar katanya,
Elok,  melumpuhkan kaum adam!
Bak ratu katanya?!
Anggun dan berwibawa
Ohh... mentari katanya,
Menghangatkan dikala terang
Rembulan dan bintang
Membungkam kegelapan dikala petang
Bak malaikat katanya,
Putih, suci, nan lembut penuh ketulusan
Siapa dia gerangan?
Tentulah dia sang hawa
Dia pelengkap jiwa.

Kamis, 30 Agustus 2018

Komunikasi Obat LDR



Cukup dengan mendengar suaramu
Hatiku berdesir, bagai pasir yang
dihembus angin pantai
Benar...
Tak butuh waktu yang panjang
Untuk mengikat kegelisah hati,
Yang meronta menahan rindu
Satu menit saja...
Say “Hello” untuk cinta,
Untuk sayang. Dan...
Rindu kita.

Selasa, 24 April 2018

SOTO QONA'AH PRIMADONA MAHASISWA UIN MALIKI MALANG

Hi Ngalamers. Siapa yang gak tau dengan makanan penggoyang lidah yang satu ini ''soto''? pastinya kalian semua pernah makan soto kan? rugi banget kalau lidah kalian gak pernah nyentuh sedapnya soto.

Jika kalian adalah salah seorang pecinta soto maka kalian harus coba soto yang kerap disebut ''Soto Qona'ah'' ini. Konon katanya soto Qona'ah telah menjadi primadona selama bertahun-tahun dikalangan mahasiswa khususnya mahasiswa UIN MALIKI Malang. Bukan hanya karena cita rasanya yang menggairahkan dan mampu menendang lidah melainkan juga harganya yang mumer (murah meriah), cukup dengan lima ribu rupiah lidah kalian akan bergoyang ria  dengan nikmatnya sensasi kuah yang bikin mabuk kepayang. Mungkin dari penampilannya soto Qona'ah ini terlihat biasa-biasa saja, ya gak sih? eitzz.. jangan salah biarpun begitu tapi rasanya maknyusss, hehe..

Kalau boleh jujur nih ya teman-teman, aslinya saya gak suka soto, tapi untuk pertama kalinya saya benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama sama yang namanya soto. Awal mulanya saya terpaksa hinggap di lesehan soto Qona'ah ini gara-gara uang bulanan saya sudah sangat menipis, dan dompet saya merengek agar isi perutnya ga dikuras. Tapi siapa sangka kalau lidah saya ini serasi dengan bumbu-bumbu ajaib dalam soto Qona'ah, rasanya jadi gak pengen move on deh. Yang awalnya cuma terpaksa sekarang uda jadi langganan bahkan jadi kewajiban buat makan soto Qona'ah. Oia teman-teman soto Qona'ah ini bukanya cuma dari pukul enam sampai sepuluh pagi, soalnya pagi-pagi sekali para mahasiswa uda pada ngantri bawa perut yang keroncongan minta dituangin soto Qona'ah, jadi wajar saja kalau jam segitu udah ludes.

Makanya guys jangan segan-segan buat nginjakin kaki dan bersila di lesehan soto Qona'ah ya!, ga bakal nyesel deh dijamin love love seketika.

Senin, 23 April 2018

PMII Rayon Perjuangan Ibnu Aqil dan Hari Kartini


Dua hari yang lalu tepatnya pada tanggal 21 April 2018 PMII Rayon Perjuangan Ibnu Aqil melaksanakan PKD (Pelatihan Kader Dasar) yang merupakan pengkaderan formal tingkat kedua setelah MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru). Hal yang membuat PKD tahun ini terasa berbeda adalah dikarenakan pelaksanaan PKD bersamaan dengan Hari Kartini, hal ini menjadi kenangan tersendiri bagi kader-kader Aqil. Dalam rangka memperingati Hari Kartini Kopri Ibnu Aqil beserta seluruh kader-kader Aqil bersama-sama menyanyikan lagu wajib Nasional "Ibu Kita Kartini" dengan penuh hikmat, selain itu Kopri Ibnu Aqil juga mengadakan lomba membaca surat kartini dan puisi, dimana ini sudah dikonsep jauh sebelum menginjak bulan April. Kegiatan ini disambut dengan penuh semangat dan antusias yang tinggi oleh para kader Aqil, menggambarkan bahwa mereka sangat senang karena dapat memperingati Hari Kartini. Para anggota Kopri Ibnu Aqil menghargai partisipasi mereka dengan sebuah hadiah yang mungkin tiada nilainya dibanding kesediaan mereka dalam menyemarakkan Hari Kartini.

 


Selain itu seluruh kader Aqil wajib mengenakan batik bukan untuk menghormati budaya tapi dikarenakan pada saat ibu Kartini memperjuangkan emansipasi wanita, beliau mengenakan pakaian yang tradisional di jaman itu yaitu batik dan kebaya itulah mengapa setiap hari kartini kita di anjurkan untuk memakai batik. Ingat mengenakan batik saat Hari Kartini bukanlah sebuah pencitraan melainkan untuk memperingati dan mengenang perjuangan ibu Kartini. SELAMAT HARI KARTINI!.


Jumat, 06 April 2018

Kenangan


Kau melukis garis di atara kedua pipi ku, sangat indah katamu
Dengan ribuan persembahan penuh bunga yang bertabur dalam hati
Kau membuat tubuh ini melayang-layang bersama bintang
Rasanya kepala ini hendak pecah,
menahan sejarah yang harusnya telah menjadi debu
Raunganku memenuhi sejagat raya, akan rasa sesak yang mengalir,
bersama hujan rindu
Jendela mataku telah menerawang, menyadari kau tak lagi menggenggam tanganku
Bola mataku merekam mesranya kebersamaan sepasang Romeo dan Juliet
Yang tak lain adalah, dia yang dulunya milikku dan dia yang dulunya seperti sedarah denganku

Selasa, 03 April 2018

Percakapan Pribadi





Langit petang menjadi saksi perbincangan
Dua pasang bola mata menari-nari
Namun tak saling beradu
Mendung yang menyelimuti,
memperlihatkan rasa takut, cemas nan ragu
Angannya melayang di pucuk kepala
Menerka rasa yang terbendung dalam qolbu

Puluhan mata mengawasi penuh heran
Ketika dua gadis berparas ayu itu,
saling mencerca melontarkan amarah
Diiringi buliran sesal nan melodi yang tak beraturan,
oleh salah satu pemuda di Tropisland
Mungkin angin panas membuat mereka amnesia sesaat,
bahwa mereka berada ditengah-tengah para penggemar kopi
Yang tampak nyata petang itu,
hanyalah darah mendidih yang mengalir dalam raga

''Anda tau apa yang membuat saya benci pada anda?Hanya satu''. Ucap gadis berparas Arab.
''Senyum anda, senyum serta tawa anda dikala saya terjatuh''. Lanjutnya.
''Disaat saya berharap anda menggandeng saya, namun anda berada dalam barisan orang yang meragukan saya".Ucapnya lagi.
''Saya tidak pernah menghitung setitik salah anda, tapi anda mengkalkulasikan celah saya''.Lanjutnya dengan linangan air mata.

Banyak sudah abjad-abjad yang terhempas,
 dari lisan gadis berparas Arab itu
Namun lawannya sama sekali tak bergeming
Nampaknya gadis Cina ini,
sedang menahan hujan yang mendesak dari kelopaknya
Menyadari bahwa sosok yang bersila di hadapannya,
yang telah ia hempaskan atas ribuan keraguan
Menganggapnya bak permata dengan nilai yang melampau
Sesal, kesal nan malu
Melukis warna merah padam di kulit pucatnya

''Maaf, mungkin aku tidak peka, sehingga setiap pengorbananmu aku abaikan''. Ucapnya secara tiba-tiba.
''Aku sama sekali tidak menyadari ketulusanmu  atasku,''Aku telah menyia-nyiakan kasih sayangmu terhadapku''. Ucapnya lagi.
''Dan terima kasih karena selama ini kau telah menganggapku sahabat'' Ucapnya mengahiri percakapan malam itu.

Minggu, 01 April 2018

Cinta Sedarah





Ini tentang cinta sedarah, dimana dulu hampir tidak ada damai yang menyelimuti. Bukan karena kita saling membenci namun karena dua bersaudara ini tidak saling memahami satu sama lain. Namun entah kapan semua drama cinta yang penuh kasih sayang ini di mulai. Setiap perkelahian, umpatan kata kotor, cacian serta makian yang menjadi makanan sehari-hari kala itu berubah menjadi kehangatan yang selalu dirindukan, kami mulai bertukar fikiran bahkan bertukar baju. Tidak kini aku menyadari bahwa dulu kita bukan saling tidak memahami namun hanya saja kita tidak cukup dewasa untuk saling mengerti, kita tidak cukup stabil dalam mengendalikan emosi dan kita tidak cukup tau bahwa kebersamaan indah adanya. Seandainya kita tau bahwa kebersamaan itu seindah pelangi, semanis madu, dan selembut sutra takkan pernah kami tumpahkan luka diantara kita. Dengar kawan bahwa seseorang yang paling tulus menyayangi kita adalah mereka yang sedarah.
Satu pesanku tak perlu sesali apa yang telah lalu jadikan hal itu lukisan terindah dalam sejarah hidupmu karena tanpa lika-liku kehidupan semuanya akan terasa hambar.

Jumat, 23 Maret 2018

FKD MANTEK Berjabat Tangan dengan Rektor Uin Malang





Salam intelektual. Literasi dan diskusi adalah hal terpenting yang wajib kita lestarikan, terlebih kita adalah aset-aset bangsa yang akan menjadi penerus di masa yang akan datang. Tanpa adanya literasi maka kebodohan akan menyelimuti setiap insan sehingga bukan tidak mungkin para penjajah akan kembali memporak-porandakan negeri kita. Jadi marilah hidupkan kembali budaya literasi dan diskusi serta harumkan negeri ini dengan seribu pengetahuan dari lembaran-lembaran ilmu yang bertebaran di dunia. Kami FKD MANTEK Uin Malang melangkah bersama membangun budaya literasi yang telah tenggelam separuh badan. Bersama dan digenggam serta dilindungi oleh rektor Universitas Uin Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Abdul Haris, M. Ag.  Kami FKD MANTEK Uin Malang let's join us!.

Jumat, 09 Maret 2018

Convert a trash into money





            There  was  a  father  who  used  to  tell  her  daughter,  Emy  that  we  have  to  work  hard  to  be  rich  people.  Many  ways  to  be,  but  the  important  thing  is  we  get  the  money  rightly.  Unfortunatelly  most  people  get  money  by  carrying  out  something  which  is  forbidden.  Emy  wanted  to  help  her  father  to  be  rich  people,  but  she  did  not  know  how  to  do.  She  used  to  dream  to  be  a  businesswoman  but  she  did  not  have  anything  to  begin  her  business.  So  Emy  looked  for  a  manner  to   exteriorize  her  dream  as  businesswoman.
            One  day,  Emy  came  outside  the  house  she  hoped  that  she  can  find  something  which  was  valuable.  She  went  to  public  places  around  the  city  where  she  lived,  and  before  she  went  out  from  the  house  she  has  never  forgot  to  recite  Basmalah.  Emy  has  visited  many  places,  unfortunatelly  she  could  not  find  anything.  Emy  begun  to  surrender  and  she  decided  to  back  home. When  she  arrived  in  the  house,  she  immediately  went  to  bed.    Oh  Allah  I  have  to  sleep  earlier  because  tomorrow  I  must  find  something,  something  that  will  make  my  dream  come  true,  and  I  hope  you  will  help  me ”, Emy  said,  before  she  finally  fell  asleep.
            Emy  has  been  in  public  garden  since  last  morning.  She  looked  very  excited  today,  she  believed  that  she  could  find  a  good  idea  in  this  time.  She  trough  thinking  about  what  should  she  do  to  begin  her  business?.  She  sat  at  the  guard  house  and  observed  all  of  thing  around  her.  The  time  has  showed  5 p.m  but  she  has  not  found  anything.  Emy  griped  lethargicly,  over  and  over  she  went  home  with nothing.
            On  the  way  home  Emy  met  a  grandmother  who  was  collecting  trashes.  Emy  came  close  to  her  and  asked  her  curiously,  “ I  am  sorry,  what  for  you  collect  these  craps?”.  Then  the  grandmother  said  that  she  would  like  to  get  money  with  those  craps.  Listened  the  grandmother’s   answer  Emy  shortly  went  to  her  house  and  came  to  her  father.  “ Daddy,  we  will  be  rich  people ” she  said  confidently.  Her  father   smiled  and  said,    Do  you  find  something  my  princess? ”.  Emy  just  noded  with  a  smile  and  run  to  her  bed  room.
            “ Oh  God  I  am  so  tired ” Emy  said  while  putting  a  sack  of  used  goods.  Now  she  started  to  make  handicraft  from  the  craps  that  she  has  gleaned.  She  made  a  pencil  case  and  toys  such  as  a  plane,  car,  and  robot  from  a  bottle,  and  she  also  made  a  bag  from  snack  pack.  Emy  planed  to  sell  it  in  the  maket  tomorrow  and  she  would  like  to  invite  her  father.
            On  the  next  day,  Emy  and  her  father  has  been  in  the  market.  “ Come  on  every  body,  let’s  buy  these  unique  crafts ” They  peddled  their  wares  heartily.  Beside  that,  they  did  not  forget  smiling  to  every  people.  Many  people  who  interested  to  buy  Emy’s  creation,  was  not  only  because  her  crafts  were  good  but  also  because  she  is  very  kind  to  the  buyer.  “ Alhamdulillah...your  handicrafts  are  sold ” her  father  said.      “ Yes  daddy  we  have  to  be  grateful  for  all of  gift  that  God  given  us  today,  I  hope  next  will  be  better ” Emy  said.  Afterwards,  her  father  took  her  to  the  bed  and  said “ Have  nice  sleeping  my  princess ”.
            Two  years  have  been  passed,  Emy  carried  out  her  usual  routine  of  selling  her  own  handicraft, but what distinguished  her now is that she has been a  well-known  entrepreneur,  she  has a  very  large  store  and  many  employees  who  help  her  to  produce various  handicrafts  from  trashes.  Since  the  first  time  Emy  believed  that  she  is  able  to  actualize  her  dream,  then  because  of  her  effort,  prayer  and  support  from  her  father   now  she  can  prove  it.